Catatan editor

Pengajar hukum administrasi negara di Universitas Indonesia Bono Budi Priambodo menanggapi ide Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk memberi kesempatan tentara mengisi posisi di kementerian atau instansi pemerintahan yang lain. Ia menulis bahwa filsafat dwifungsi militer akan selalu relevan di Indonesia.

Bono berargumen bahwa dengan meningkatnya profesionalitas TNI dan menguatnya proses rekrutmen berbasis kompetensi di institusi publik ide tentara bertugas di fungsi sipil tidak semerta-merta buruk. Namun, ia akui juga bahwa belum ada bukti yang dapat memastikan bahwa tidak akan terjadi penyalahgunaan wewenang seperti pada masa Orde Baru.

Kurang dari sebulan dari sekarang masyarakat Indonesia akan memilih presiden dan wakil presiden serta perwakilan rakyat di parlemen. Kandidat doktor University of Birmingham Arie Ruhyanto yang meneliti soal Papua mengamati bahwa hingga kini, baik petahana Joko Widodo maupun penantangnya Prabowo Subianto tidak pernah mengangkat isu Papua dari sisi politik, meskipun terdapat gugatan terhadap legitimasi negara soal Papua dari dalam negeri maupun luar negeri. Arie menulis dalam kampanye pemilihan presiden kali ini terjadi depolitisasi isu Papua.

Prodita Sabarini

Editor Eksekutif

Artikel teratas

Anggota militer berjaga di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta awal bulan ini. dalam upaya latihan pengamanan Pemilihan Umum yang akan diselenggarakan April nanti Mast Irham/EPA

Alasan mengapa dwifungsi ABRI masih relevan bagi demokrasi Indonesia

Bono Budi Priambodo, Universitas Indonesia

Selama mereka kompeten, saya yakin perwira militer–seperti pendahulunya yang berjuang pada Perang Kemerdekaan–memiliki hak yang sama untuk melayani publik.

Seorang pria suku asli Papua menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum tahun 2004. Antara/EPA

Pilpres dan depolitisasi Papua

Arie Ruhyanto, University of Birmingham

Persoalan Papua sejatinya adalah persoalan politis. Tapi sayangnya, pemerintah maupun elit politik bersikukuh menggunakan kacamata pembangunan semata dalam melihat persoalan Papua.

Politik + Masyarakat

Bisnis + Ekonomi

Lingkungan Hidup

Sains + Teknologi

In English