Halo! Selamat datang kembali ke nawala, Sepekan Lingkungan, bersama saya, Fidelis. Semoga semuanya dalam keadaan sehat-sehat.

Kita mulai dari Antarktika, di mana para peneliti British Antarctic Survey (BAS) tidak sengaja menemukan kehidupan 900 meter di bawah es dengan suhu -2,2°C, seperti spons laut dan beberapa spesies asing,

Penemuan ini mementahkan teori sebelumnya bahwa tidak ada kehidupan dalam kondisi sangat ekstrem, seperti di Antarktika. Lebih lanjut, penemuan ini menjadi tantangan juga bagi para peneliti untuk menciptakan cara inovatif untuk meneliti makhluk-makhluk baru tersebut.

Beralih ke Mediterania, studi dari Institute of Environmental Science and Technology of the Universitat Autònoma de Barcelona (ICTA-UAB) di Spanyol menunjukkan turisme telah meningkatkan produksi sampah lain hingga 80% di kawasan pantai, selama 4 tahun belakangan.

Dalam studi yang diterbitkan dalam Scientific Reports, para peneliti juga memberikan rekomendasi untuk memanfaatkan situasi pandemi saat ini dan memikirkan model turisme yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, dari Indonesia, para nelayan budidaya lobster mengalami kesulitan menjual hasil panen mereka, baik akibat pandemi dan paska penghentian ekspor benih oleh pemerintah.

Kepada Mongabay Indonesia, mereka mengharapkan pemerintah bisa memberikan program dan solusi atas semakin anjloknya harga benih lobster, sementara harga pangan semakin tinggi.

Selanjutnya, simak juga beberapa artikel dari The Conversation Indonesia soal kemungkinan penyebaran COVID-19 dari manusia kepada hewan peliharaan dan hewan di kebun binatang. Ada juga dari tulisan dari Nikodemus Niko, mahasiswa S3 Sosiologi Universitas Padjajaran, yang mengritisi minimnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat adat selama pandemi.

Simak juga wawancara saya dengan para akademis dan penggiat konservasi laut terkait rencana pemerintah menggenjot kawasan konservasi perairan sebagai destinasi wisata selama pandemi masih berjalan.

Untuk edisi Oceans 21, kami hadirkan penjelasan soal kawasan konservasi perairan dan apa manfaatnya bagi perlindungan laut.

Sehubungan adanya pembatasan konten oleh Facebook yang berimbas kepada tidak munculnya artikel-artikel dari The Conversation Indonesia di laman Facebook, pembaca masih melihat artikel-artikel kami melalui media lainnya, seperti website, twitter, dan Instagram.

Sekian dulu nawala untuk edisi kali ini. Jangan lupa untuk mengisi survei soal nawala di link ini! Sampai berjumpa kembali pada edisi berikutnya.

Salam.

Fidelis Eka Satriastanti

Editor Lingkungan Hidup

Lingkungan

In English

Kota